daily capture of smilepeace



Untitled

home, folks, hope, high, love, bull and shit, smile, sky, star, sun, moon, pleasures, peace, self, sense, nostalgia and existence.

alvanhafiz
smilepiss86@gmail.com









FollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowed

Theme by spaceperson Powered by Tumblr

klammer
Tagged
daily capture


captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 28 Februari 2013

1 Februari 2013
/Imajinasi lahir dari kumpulan ingatan yg sbelumnya pernah diliat, didenger, dirasa, diraba. Yg blm pernah di…, mana bisa?! (via @IFnubia)

2 Februari 2013
/Runtuhlah langit malam dengan manja, ujar asa.

/Karena vodka dapat diaduk dengan kopi tanpa basa-basi.

4 Februari 2013
/Gamang ketika binar langit terhampar pelan. Mengadalah pagi yang pantas dirayakan diam-diam.

/Tuk tuk tuk. Ada yang mengutuk kantuk. Ingatan yang tak sampai-sampai.

/Lepas pejam diguyur hujan. Terdiam. Tertawan.

/Bahkan bunyi kentut yang lebih kencang dari ekspektasi pun bisa mengagetkan. (via @absolutary)

6 Februari 2013
/Terperdaya surya rasa nostalgia.

/Aku ngerti banget gimana perasaan orang yang kebelet pipis tapi mager setengah mati. (via @absolutary)

9 Februari 2013
/Dinamika ruang jeda pada momen pemaknaan suatu rujukan kesadaran.
/Merujuk kesadaran kepada kenangan? Mestinya memang begitu kataku.
/Toh, hari esok tiada yang tahu.
/Siapa yang tahu esok hari nanti ada yang berbuah tangan sebotol vodka dari Balkan?

/Jadi apalah artinya masih terjaga di pagi hari akhir minggu ini tanpa ada @pramitaandini layar di televisi?

10 Februari 2013
/Tawa tertunda untuk di kicau kan di linimasa. Haha.

11 Februari 2013
/Antara aku, hari-hari yang telah lalu, dan pita perekat bermuka dua.
/Malam yang tak berkerelaan.

/Keterdamparan yang tiada akhir~

14 Februari 2013
/Bingung bingung bingung..generasi bingung~

/Terpaku. Jiwa-jiwa yang dipaksa bingung. Melongok dari jendela berkaca merah. Senantiasa linglung. Tak peduli jengah.
/Anak panah dari busur situasi, lengan seperti bagaimanakah yang telah pelesatkanmu hingga melesak di ini hari?

17 Februari 2013
/Mempersembahkan bualan kepada telapak kaki. Meneriakan realita kepada langit. Siang bolong menjadi apa ketika pagi buta?
/Menjadi tawa? Begitu idealnya. Menjadi tawa yang membuyarkan jejak-jejak embun pagi pada dedaunan rumput liar pinggir jalan.

/Kompleksitas dalam ruang diskusi yang udaranya dikondisikan

/Korban kesalahan bahasa siapa? Seluruh generasi. Corongnya siapa? Media. Penanggungjawab siapa? Bapak di atas sana. (via @IFnubia)

20 Februari 2013
/Ah, kalau begitu, biar aku dimandiin langit hitam yang pecah diam-diam itu sajalah.

/*sebelum mengetikkan huruf pertama dari kalimat ini dan sebelum mengunggahnya ke linimasa, tak sengaja aku menekan tanda bintang.

23 Februari 2013
/Lelap panjang yang dibuai badai lepasnya berujung lamunan.

26 Februari 2013
/Merindukan semacam obrolan sarapan pada suatu pagi berkabut di musim pancaroba.

/faking orgasm, ikutan selera pasar, anak panggung lupa ending, kegep lagi coli, lagi mencret dan ga ada toilet, oportunis, hipokrit, tai. (via @RUHLELANA)

28 Februari 2013
/Satu kurang dua kebanyakan.

11:04 pm, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 31 Januari 2013

1 Januari 2013
/Selamatkan malam tahun baru pemuja ilusi. Sudah berapa banyak hal kah yang kita tuduhkan pada hari esok?

2 Januari 2013
/media massa: katarak pada pikiran. media sosial: kontak lens tebal warna hitam. (via @metafiksi)

4 Januari 2013
/Sedang meraba kenangan pada sebuah puisi yang mencatatkan cerita tentang perjalanan dan reuni. Nostalgia berganda.

/Duit perlu buat makan, makan perlu buat cari ilmu, ilmu perlu spy hidup gak ngebosenin. Met makan siang. (via @iwanfals)

8 Januari 2013
/Mengeja entah menjadi wantah.

9 Januari 2013
/Dingin seperti ini enaknya menunggui api unggun sambil menunggu diseduhin kopi penuh rayu dan disuguhi penganan canda beraroma telur dadar.
/Lalu sempurnanya diteruskan oleh sebotol anggur penuh dongeng percintaan di ujung-ujung nyala-padam bara di unggunan.
/Kemudian mulianya berjumpa di tinggi peraduan purnama yang setelah hujan deras di balik pejam langit yang tertindih kecupan panjang kita.
/Hingga di ujung malam. Harusnya memaafkan itu kala senja. Kemudian diam-diam berjanji di pagi hari.

/Tak ada yang menyakitimu kecuali hatimu sendiri. ~ Mahatma Gandhi (via @tan_triam)

12 Januari 2012
/Suatu ketika tuhan pernah patah hati. Kemudian terciptalah semesta raya dari salah satu bagian patahannya.

14 Januari 2013
/Kenangan yang terbukti manis.

/Keinginan sederhana di dunia yang serba rumit. (via @FeriAmetiaP)

16 Januari 2013
/Lupa cara tidur.

21 Januari 2013
/Yang tak berbatas itu asa.

23 Januari 2013
/Seniman berlindung di balik idealisme. Idiot berlindung di balik birokrasi. (via @topazaditia)

25 Januari 2013
/Mencuri-curi pandang pada rembulan nyaris penuh yang terhalang atap beranda.

/selalu takut jatuh ke langit… (via @sayamaya)

27 Januari 2013
/Siapa yang dapat mengingkari aroma petai yang digoreng balado pada minggu pagi?

29 Januari 2013
/Anak kambing hitam menjadi bantal.
/Bantal harus digantung di jemuran. Apa daya jika langit murung?
/Padahal sedikit angin saja dapat membawa jauh terbang pikiran ke pelosok ketakutan atau tepian keriangan.

31 Januari 2013
/Di punggung kaki dendam-dendam itu bersemayam.
/Setelah ingatan tak lagi mampu menopang laju pikiran.

/Selamat pagi. http://twitpic.com/bzm3iv


/Dan selamatkan pagi juga ibu-ibu muda wangi ceria dengan sepeda motor bertransmisi otomatisnya.

10:56 pm, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 2 - 29 Desember 2012

2 Desember 2012
/Api. Jingga. Seperti senja.
/Senja. Jingga. Ruang antara.
/Ruang. Jeda. Dihuni jiwa. Kita.
/Syalalalala. Syalalalala.

3 Desember 2012
/Hening. Dalam gegarukan selangkangan.

4 Desember 2012
/Langit pun terisak.

5 Desember 2012
/Aku terdiam. Rindu mengendap. Endap.

6 Desember 2012
/Perayaan itu tentang bagaimana sepatutnya menanggapi ruang jeda.

/Ah, ruang jeda di antara dua tungkai.
Antara pijakan dan fantasi.
Perayaan yang suara-suaranya tertahan.
Ekspresi yang dikultuskan.

7 Desember 2012
/Rerintik sepi menghujam angan.

9 Desember 2012
/Kerling juling.
/Cantik sela.
/Cendang pandang.

/Selamatkan malam pemuja ilusi. Ingatkah kita bahwa akal sehat tak selogis namanya. Ada jeda antara indera & rasa. Makna, pangkat dua?

/Polanya sama kaya anak SMA, eksistensi. Patungan beli pilox, coret di tembok “Boeroet”. Kini diganti 4sq, path. (via @IFnubia)

10 Desember 2012
/Selamat malam pemuja ilusi. Dengan pilihan yang bagaimanakah kita memuja?
/Menggandakan pandang pada suatu fenomena yang dialami. Dengan api. Yang dinyalakan. Kesadaran.

/Pada kenyataannya media hanya seolah-olah merasa paling pantas merepresentasikan keutuhan suatu sensasi pengalaman yang kompleks

/Jauh panggang dari api.

12 Desember 2012
/Selamatkan siang pemuja ilusi. Ingatkah engkau bahwa kita adalah jiwa-jiwa yang terpenjara di ruang antara?
/Antara makna dan kepentingannya. Antara tidak tahu dan tahu tidak. Antara lelap dan mimpi.

/Petrichor.



13 Desember 2012
/Diperdaya nada.

/Pantat bergunjing, soal menu santapan esok hari. Semoga mendapat asupan makanan berkandungan serat yang tinggi.

14 Desember 2012
/Selamatkan malam pemuja ilusi. Percayakah engkau bahwa ternyata benar adanya zombi?
/Jiwanya tertatih. Jalannya terseok. Lengan terangkat tangannya ke depan. Jangkauannya sebatas diperbudak.

/Duh, godaan ke barat.

/Aku disengat bara api rokok & hampir menumpahkan gelas kopi yang baru saja diseduh saat menemukan puisi patah hati sembilan tahun yang lalu.

15 Desember 2012
/Pekat kelabu gelagat langit tak jadi hujan.
/Gelegar buluh. Huh.

16 Desember 2012
/Terbiasa karena lupa atau lupa karena terbiasa? #keluh

18 Desember 2012
/Distilasi hasrat.

/Antara aku, bakpao dan sol sepatu.

19 Desember 2012
/Sebait jelang pagi yang pendiam. Bahkan dalam menangisi jiwa-jiwa kita yang malang.
/Selamat malam kemudian pemuja ilusi. Kapankah terakhir kali kita melihat muka telapak kaki?
/Merasa bisa berpijak dengan kepala, menapak dengan ujung jari?
/Semacam arak dari utara yang jauh sana buah tangan seorang kawan mengajarkan sesuatu tentang waktu. Jangan terburu-buru.
/Lalu terbentang asa ke barat.
/Duh. Keluh keluh bisu dalam debar.

21 Desember 2012
/Memang jaya bandarnya. Jaya pula hujannya dengan begitu deras. Sejaya rindu yang selalu terburu-buru.

/Bagaimana pun di negeri ini mobil dianggap simbol kesuksesan. Diperparah dgn buruknya transportasi massal. Jadilah macet keniscayaan! (via @BonnieTriyana)

/Sekarang kita menyumpahi lautan kemacetan. Besok kita lupa dan naik mobil pribadi lagi. Ayo terus membeli mobil! (via @nd_nir)

22 Desember 2012
/Selamatkan sore pemuja ilusi. Sudah begitu hebatnyakah kita hingga tak lagi segan mengutuki langit dan hujan?

23 Desember 2012
/Selamatkan pagi pagaralam.

27 Desember 2012
/Selamatkan pagi yang buta para pemuja ilusi. Bagaimana harusnya mengutuk sepi yang sendiri padahal dunia ada dalam genggaman katanya?

/Selamatkan malam pemuja ilusi. Sebegitu enggannyakah kita berkaca pada keluh-keluh yang dikicaukan di linimasa yang ini?
/Sebegitu enggannyakah kita berkaca pada keluh-keluh yang seolah semesta raya berpusat pada diri yang sendiri?

29 Desember 2012/
/Tangis langit menerpa muka selat sunda yang selalu terjaga.

/Pejam senja yang berpurnama. Mulialah perayaan, di ruang antara, antara tunda dan damba, antara biru dan abu-abu, atau entah jeda apa saja.

03:23 pm, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 30 November 2012

1 November 2012
/Pengar hingga sehari semalam.

/Di arak bulan sendu dari timur langit. Nestapa.
/Pura-pura tidak tahu. Lalu matikan lampu.

3 November 2012
/Gerimis tak sampai.

/Berangan. Menjadi mantra.
/Satu dua dan tiga. Enyahlah kembung enyahlah nestapa.

5 November 2012
/Selamatkan lepas pejam yang berkarat di tenggorokan yang berangin di pencernaan.

6 November 2012
/Ah. #keluh



/Terdengar mencicit begitu keras, beruang gorong-gorong tampaknya mulai belajar menggeram.

7 November 2012
/Buanglah sampah pada tempat dan waktunya.

/Terserah apa kata lidah. Tak peduli gunjing pantat pagi nanti.

/Apa-apa dibuang langsung di linimasa seakan tak ada waktu untuk mengendapkan perasaan. Zaman yang menyedihkan.

8 November 2012
/Selamat malam pemuja ilusi. Matahari sudah tenggelam sedari tadi. Di balik siaran di televisi.

9 November 2012
/Ditikam keangkuhan. Malam.

10 November 2012
/Tesis-antitesis-sintesis.
/Harmonis.

/Selamatkan malam pemuja ilusi.
Selamatkan jiwa dari keadaan menyedihkan ketika ruang dialektikanya semakin hari semakin lengang.

13 November 2012
/Harmoni-harmoni paradoks.
Menuntun kantuk.
Melarung warna di balik pejam.
Merah muda.
/Hijau hitam dan jingga.
Tersudut juga.
Pada ruang yang lega.
Hilang awan.

15 November 2012
/Menitipkan rasa. Pada kata. Kita.

/perjalananmu memang bukanlah perjalananku, namun harmoninya milik kita tentu saja. :) (in reply to @smellofoaks)

18 November 2012
/Lepas pejam bersenandung hujan.

19 November 2012
/Ini adalah hari di mana hujan tak harus lagi ditunggu.

21 November 2012
/Rasa bukan tuhannya.
Keagungan itu tak bersosok.
Namun berefleksi.
Analogi di mana analogi?

/Lalu ada yang datang dengan senandung pelan yang nyaris tak terdengar nadanya, hanya riangnya.

22 November 2012
/Selamatkan siang gaya hidup yang dihakimi lepas pejam yang pengar dan kehujanan.

26 November 2012
/Selamatkan malam pemuja ilusi. Ingatkah engkau bahwa kita adalah sesama penghuni ruang antara?

/Serupa kantuk yang tak dapat ditiduri.

28 November 2012
/Keakuan yang ternyata masih dalam perangkap botol shampo pantene anti ketombe bermuatan setengah penuh.

29 November 2012
/Bukan soal ada apa sesudah mati, tapi cara mati yang paling menyenangkan menurutku. Sudah punya belum? Hehe. Kalau sudah, mari kita berbagi.

30 November 2012
/Kabut bermuka dingin yang tersipu merona dibawah remang lampu jalanan
/Jingga menusuk tulang. Lengang.

/Oh. Cuaca bulan madu. Meledak asa berjuta warna di balik celana dalam bergambar awan kelabu.

04:26 pm, by smilepeace1 note Comments

Di Muka Selat Sunda

Di muka selat sunda
Tidurku bermimpi
Cakap berjumpa dengan seorang janda
Yang senang mengganja
Ketika sore menjelang senja

Di muka selat sunda
Saat pagi sekali
Lepas pejam pada angin yang bawa asa
Dengan hujan mengada
Rindu tenang mendamba dekap

Di muka selat sunda
Tertegun sendiri
Berharap dapat mengerti akan diam
Dalam ombang terambing
Keterdamparan yang tiada akhir

Di muka selat sunda
Aku terkenang
Hutan hujan khatulistiwa sumatera
Yang mengalirkan syair
Hingga ke jauh keringnya jiwa

Di muka selat sunda
Seorang kawan seorang kerabat
Kirimkan pesan baik yang singkat
Berita tentang jeda
yang minta dirayakan.

Tenang perlahan perahu besar ini terus melaju

01:45 pm, by smilepeace1 note Comments

Tanpa Judul

Tuhan telah pernah berkhianat dengan kuasanya.
Lalu ia menebusnya dengan mencipta alam semesta.
Yang mengorbankan salah satu dari segala keagungannya demi fondasinya.

Coba tebak, apa?

03:15 am, by smilepeace6 notes Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 31 Oktober 2012

1 Oktober 2012
/Bulan pengar. Penuh anggar.

2 Oktober 2012
/Api jingga dari korek api gas biru.
/Bulan merah jambu dari kabut malam.
/Hati rindu dari parasmu menawan.

3 Oktober 2012
/Ciye. Diledek angan.

4 Oktober 2012
/Bulan sendu menghujat aku pada sisa kecupmu.

5 Oktober 2012
/Selamatkan mimpi yang rasa ftv.

8 Oktober 2012
/Langit bergemuruh. Beruang gorong-gorong kota cuek saja.

10 Oktober 2012
/Hompimpa!

11 Oktober 2012
/Daripada keliru, lebih baik diam dulu.

12 Oktober 2012
/Mengaduk seduhan kopi dengan cuek.

13 Oktober 2012
/Pecah pada posisi yang tak indah.

/Menghela nafas di beranda, melepas angin di linimasa.

14 Oktober 2012
/Satu, dua dan tiba.
Tepat tiga dihantam rasa.
Dansa anak-anak dewa di belakang kepala.
Lenguh tersandar.
Rindu tersadar.
/Berkarat di dawai gitar.
Membusuk di muka jalan.
Menguap bersama mendung yang tak jadi hujan di sore yang berkeringat.
/Di ujung-ujung jemari bergetar.
Di ujung lidah tertahan riuh keluh yang diam.

/Minggu yang kesiangan, jalan-jalan dalam pejam.

16 Oktober 2012
/Mandi sore. 



17 Oktober 2012
/Satu dua dan tiga ratus tiga puluh tiga ribu tiga ratus sembilan belas malas.

/Aku tak terburu-buru.
/Tapi pria di sampingku yang melahap nasi goreng yang kebanyakan kecap tampak sungguh kelaparan dan makan terburu-buru.
/Aku tak terburu-buru. Tapi di suatu pagi, aku ditanya ibuku, kapankah gerangan dia dapat berkenalan dengan calon mantu. Dia , katanya.
/Aku tak terburu-buru. Tapi teman mabukku harus pulang mengejarkan pekerjaan yang dari atasan yang besok pagi harus dikumpulkan.
/Aku tak buru-buru. Tapi tukang nasi goreng di hadapanku, menanyakan pedas atau tidak saja seperti dikejar hantu.
/Aku tak terburu-buru. Tapi tak lama lagi, katanya kurang dari dua minggu lagi, kampus biru di ganti gedung baru.
/Aku tak terburu-buru. Tapi yang mengantri di persimpangan, lampu merah menyala terang, tak peduli.
/Aku tak terburu-buru. Tapi orang-orang yang memperdagangkan omong kosong seperti kehilangan waktu untuk sekedar menggaruk kontol.
/Aku tak terburu-buru. Karena hidup sejatinya menunggu. Mati.
/Aku tak terburu-buru. Sebab senja pasti datang. Sebab pagi pasti menjelang.
/Aku tak terburu-buru. Sungguh aku tak mau. Namun jika di cumbumu terus terang aku tak mampu, santai.
/Aku tak terburu-buru. Seperti langit pada saatnya tinggi membiru, pada saatnya rendah menjadi kelabu.
/Aku tak terburu-buru. Sebab kontol sensitif. Jika digaruk terburu-buru, ya akibatnya kamu tahu.
/Aku tak terburu-buru. Seperti mereka yang seakan serba tahu.
/Aku tak terburu-buru. Sepertimu.

18 Oktober 2012
/Aku tak terburu-buru. Pada kantuk aku menunda kutuk. Dengan pejam.

/Mendung yang pecah di jendela belakang.

19 Oktober 2012
/Pagi itu indah. Jika tak terburu-buru.
/Pagi itu indah jika pejam terlepas di pelukmu.

28 Oktober 2012
/Pilsener dingin semoga lekas sembuh setelah mandi.

30 Oktober 2012
/Selamat pura-pura tidur pemuja ilusi. Pada malam yang berbulan penuh.

31 Oktober 2012
/Pagi pengar di kampus biru. Billy selamatkan pagi. Burbubur.

/Karena pada malam harilah mata kucing tampak lebih cantik dari biasanya.

05:20 pm, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 30 September 2012

1 September 2012
/Siang senang. Riuh jeram. #batpoet

/Bermain kata. Bulan penuh. Peduli apa. Indah menjadi asa. Kebenaran di bawah mendung. Di baliknya, birahi. Suci. #batpoet

2 September 2012
/Purnama membakar tawa. #batpoet #batpoetGath
/Berdoa dengan D7. #batpoet #batpoetGath
/lelaki gondrong dan ompong. yg luar biasa ganteng kalo lg nyanyi. yg lupa ingatan dan akhirnya mengingat dg rasa. @smilepeace #batpoetGath (via @ruhlelana)
/Riuh rindu beraroma white musk yang berirama jeram. Mengapa begitu cepat pesonamu pulang?

3 September 2012
/Terimakasih! :* “@hilal91s: seperti janjiku, kusampaikan salam senja di losari teruntuk bang @smilepeace :)

 

/Memapah berat langkah ke barat.

4 September 2012
/Bulan setengah bermuka biru langit. Kamu menemukanku.

/Cicak depresi, pestisida beraksi!

5 September 2012
/Menunggu senja dalam botol plastik.

6 Spetember 2012
/Rasanya seperti pengen dijutekin pia pas dia lagi nyuci daleman di sumur depan.
/Siang yang tersedak di ujung lelap.

/Tangis kering langit murung.

/Mangan opo bae asal karo koe pasti wareg.

7 September 2012
/Duduk-duduk di beranda mendung, menanti hujan melarung murung.

/Tenggelam manja dengkur dalam muka lengan sebelah dalam.

/Wes mangan penake turu, turune karo koe.

9 September 2012
/Muslihat langit yang tinggi, terik membakar sisa-sisa mimpi yang tertinggal di muka bantal. Sari tebu beku tak pecah dalam seduh.
/Mantra bercampur keluh yang gelisah sebab jenuh memaku langkah yang kaku.

/Sedikit hujan menghujam asa yang rawan, satu rindu semakin menjadi ketika langit kembali benderang.

/Cermin senang memperdaya. Mentang-mentang aku selalu lupa. Bagaimana rupaku sebenaranya.

10 September 2012
/Ada gemuruh, di barat sana. Mendung yang berat, menjadi angin di beranda.

11 September 2012
/Segalanya kebebasan. Adalah tentang bagaimana memaknai sebuah kesia-siaan. Di antara siang dan malam.
/Segalanya kebebasan. Adalah tentang bagaimana merayakan fiksi antara aku dan kamu.
/Segalanya kebebasan. Adalah tentang bagaimana hendaknya minggu aku tunggu pada senin pagi.

12 September 2012
/Langit yang meninggi. Panjanglah hari. Senang di hati.

13 September 2012
/ingar bingar riuh rendah hiruk pikuk pikun.

14 September 2012
/Nikmat itu adalah nasi padang sehabis jumatan.

15 September 2012
/Daya ingat sisa-sisa. Kesadaran yang manja.
/Semoga tak sering lagi kita lupa, justru kesia-siaan hakiki itu yang seharusnya selalu diberi perayaan. Waktu tak tertahan,
/Esok akan kekal. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Sesungguhnya semua demi memuliakan angan. Semulia semesta.

17 September 2012
/Bernostalgia. Hilang sudah. Hari kemarin.

18 September 2012
/Meregah gerah menjadi gelisah.

19 September 2012
/Rasanya seperti ingin merindumu seperti hari ini yang senang mengenang yang kemarin dulu, begitupun sebaliknya, yang juga mendamba hari esok

22 September 2012
/Terpojok.

23 September 2012
/Langit diam. Di kepala bergumam.

24 September 2012
/Ada rahasia yang berulang pada tanda penanda yang tak terduga.
/Urung pula lelap. Reka-reka tak terungkap. Di kepala sebelah entah rasanya ada yang mendekap.

26 September 2012
/Keluh-keluh tertumpuk dan seakan selalu kehilangan waktu untuk menatanya.
/Beranda bernyamuk. Kaki bersemut. Keluh semoga menjadi nada.
/Pagi pengar.

/Sabar itu bukan suatu kondisi yang statis, melainkan suatu upaya yang terus menerus dilakukan untuk selalu mencapai kondisi tersebut.
/Begitupun sadar.

/Selamatkan pagi ndoro ayu @Segarjakad :*

29 September 2012
/Lirik apa yang kira-kira dirahasiakan nada tamasya kita yang sehabis hujan di musim kemarau yang terasa panjang?

30 September 2012
/Purnama pengar kantuk tak kunjung diantar.

/Karena sedih, aku jadi ingat cerita seorang kerabat. Perasaan itu buah dari pikiran.

06:53 pm, by smilepeace Comments

Semua Menjadi Angkuh

Daun jendela
Bangku beranda
Pintu berengsel karatan
Gantungan baju dibelakangnya
Beruang gorong-gorong
Selintas pesona kekasih terbayang
Lalu klakson yang panjang
Serta gerung knalpot kendaraan-kendaraan bermotor
Senja yang macet
Berita sore siaran televisi
Dendam seorang kerabat
Karpet yang berdebu
Gelas bekas kopi
Kedai rokok berjendela silahkan ketok
Sepatu dan jemuran tetangga
Ember cucian pedagang kaki lima
Langit-langit yang tinggi
Debu di lantai ubin
Tong sampah reyot
Asbak yang kepenuhan
Puntung rokok
Hingga rongsokan kenangan

02:14 am, by smilepeace Comments

Rengkuhlah Kerinduan Ini Oh Langit yang Tinggi

Menjelanglah suatu pagi yang indah.
Di ujung kemarau yang panjang.
Siapa yang tak menanti hujan
Maka pagi ini apa pun menjadi pinta

Basahkanlah tanah yang basah di senja yang jingga
Kujanjikan sembah lagu dan dansa.
Siapa yang yak menanti hujan
Maka hari ini aku pun sungguh meminya

Rengkuhlah tapak-tapak sombong kaki ini
Rengkuhlah kerinduan ini oh langit yang tinggi
Oh kemarau yang panjang
Akankah berakhir hari ini dengan hujan?

02:36 am, by smilepeace Comments



Senja, berwarna jingga puncak senggama.

Senja, berwarna jingga puncak senggama.

02:24 am, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 2 - 31 Agustus 2012

2 Agustus 2012
/Sahur yang gelap mata.
/Di luar langit bermalam dengan bulan. Di meja, kopi hitam bersatelit aspirin.

4 Agustus 2012
/Di buai Dylan. Di bungkam rindu. Raga mempertanyakan jiwa, jiwa mengkambinghitamkan akal.

/Bumi? Bertumpu dan melangkahlah kita yang mengaku manusia dengan tungkai sendiri. Sendiri-sendiri. #batpoet

/Dududududududududududurindu

6 Agustus 2012
/Bulan sudah setengah di paksa penuh. Duh.

8 Agustus 2012
/Desynchronization.

9 Agustus 2012
/Selamatkan malam, pecandu ilusi.

/Ooohh ini bulan agustus yang setengah pemalu, setengahnya lagi bersembunyi menanggung rindu. (via @andihardiansyah)

10 Agustus 2012
/Menjungkir. Tak berbalik.

12 Agustus 2012
/Kopi setelah azan.

13 Agustus 2012
/8P



15 Agustus 2012
/Selamat jelang pagi pemuja ilusi.

/Menampikan langit di balik pejam. Pagi yang buta kehilangan kejutannya. Keluh menyingkap selimut. Langkah tinggalkan asa.

16 Agustus 2012
/Menduga akal. Sadar terpejam. Berjungkir tak berbalik rindu didera waktu. Kelu.

17 Agustus 2012
/Malam, apa kita memang dipelihara oleh dendam?

18 Agustus 2012
/jika benar begitu,menolaklah pada lupa yg canggih menggasak kepala siapa saja.cetaklah aksara di ujung kepala.berdoalah pada angin. ‪#batpoet‬ (via @ruhlelana)

20 Agustus 2012
/Menjilat jingga menyulut damba. Selamat hari raya.

/

23 Agustus 2012
/jleb! “‪@anakecil‬: cuma nanya, kalo Tuhan ga kasih yg kita mau, tapi yg terbaik… mmm… buat apa ada pilihan dan keinginan?” (via @sayamaya)

/Seekor nyamuk mati di lipatan halaman terakhir sebuah buku catatan yang bertuliskan sebuah lirik yang semoga nanti malam akan menjadi lagu.


25 Agustus 2012
/Akhir minggu yang penuh debar.

30 Agustus 2012
/Oh semesta baik. Satu kecup kepada langit. Sehamparan asa melatari damba. Jumpa-jumpa yang mulia. Semoga langkah berarak awan.

/Nastar beraksen cengkeh. Segenap rasa memuja.

31 Agustus 2012
/Selamatkan pagi eloprogo. Riuhmu debarku. ‪#batpoet

/Mendung beraroma white musk. Senja bernuansa nostalgia. Tadi mentari janjikan purnama. Siapa yang dapat yang menyangkal atap semesta?

01:48 am, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 3 - 30 Juli 2012

3 Juli 2012
/Percayalah padaku aku pun rindu kamu~ @Segarjakad

/Aduh dik. Bulannya purnama gitu. Dipecah ombak di pinggir pantai. Aku yang satu dengan seribu rindu padamu.

4 Juli 2012
/Selamatkan pagi remah-remah bulan penuh yang di asbak kayu.

/420.

/Dunia apa kabar?

5 Juli 2012
/Selamatkan pagi keluh kesah yang terbungkam.

8 Juli 2012
/Langit tercerahkan mentari. Sedangkan aku pada teh telur ini.

/Duh. Budaya antri saja masih susah, apalagi berantas korupsi? #keluh

/Spiritualisme dimulai dg mendefinisikan hal2 yg kita anggap sakral & lebih besar dari diri kita. Semua diukur dari situ. (via @hotradero)

9 Juli 2012
/Nyalakan api. Matikan televisi. Nada-nada sehabis mandi.

/Duh. Rindu yang berdebar.

10 Juli 2012
(edisi #batpoet)
/Getar-getar penantian. Pada satu bait pemecah jeda. Lekanglah oh gundah hasratku pasrah. Seulas senyum dilangit, oh bulan setengah.
/Aku, melarung langkah. Pada arak-arakan awan. Dari benderang langit hingga mendendam mendung.
/Dari senja sarat jingga. Hingga remang bulan sendu memapah malam.
/Aku juga, adalah keterasingan. Berpijak sepi. Pejam mata adalah pelarian. Tersudut api. Tersudut tangis. Seraya mengutuk keluh.

11 Juli 2012
/Asa oh goda dik. Lewat kernyit yang sesaat lalu seulas sipu senyum miringmu itu.

12 Juli 2012
/Tahukah kau 3 kebohongan alam dunia? Yaitu Make Up, Bra dan STATISTIK (via @sudjiwotedjo)

13 Juli 2012
/Selamatkan pagi indonesia :*



14 Juli 2012
/Jangan sampai kita minum Soju jadi Suju. :| (via @andicery)

16 Juli 2012
/Bardebardebardebardebardebardebardebarindu.

/Memapah rindu ke arah barat. Berbekal enggan serta jerawat.
/Hingga puisi menjadi diam pada tiap peraduan kita yang terpejam.

17 Juli 2012
/Memar buah jumpa,
keluh kini berkalang rindu.

/Lalu lepas senja yang mengejutkan.
Lampu beranda lupa kunyalakan.
Silau berkilat.
Di jendela plastik.
/Kekanakan telah silam.
Kabar mengalih rasa.
Bisu kemudian pecah sudah haru.
Merasa itu sendiri-sendiri.
Asa itu berbagi.

18 Juli 2012
/Diam-diam menyambut petang, kopi hitam diaduk pelan dengan angan, yang indah yang merawan.

19 Juli 2012
/Meruah rindu membungkam ungkap. Resah pejam tertahan angan.
/Asa merangkai mantra. Mimpi indah kasih pujaan.

/Bagaimana akhirnya kita menjadi makhluk yang luar biasa serakah? :)
/Bagaimana itu bukan hanya soal mengapa. Tapi juga tentang kapan, apa, siapa dan dimana.

20 Juli 2012
/Memecah kopi yang dari kintamani. Mengeluh mendung hujan tak jadi.

/kalo hubungan sama tuhan mah udah woles, udah tahu sama tahu, kalo formal2an malah dicengin. :)) (via @ruhlelana)

21 Juli 2012
/420. Bersahur dengan puisi. Berbuka dengan yang wangi.
/Mereguk mantra dirapal asa. Jinggalah senja merekah damba.

/Rekahlah bunga-bunga damba. Pada jingga seuatu senja. Mendung mewangi murung bernyanyi. Senandung haru bulan mati.
/Rekahlah bunga-bunga damba. Pada serampang kecup jumpa. Seolah menghela akal sehat. Namun pejam benar-benar hitam.

22 Juli 2012
/Satu maki. Nada hilang. Komposisi menguap. Keluh semoga jadi hujan.

23 Juli 2012
/Minggu ditunggu, senin yang datang.

24 Juli 2012
/Kupu-kupu dan tahi sapi. #batpoet

25 Juli 2012
/#PrayForPadang

26 Juli 2012
/Selamat senja.



/karena dengan menulis, kita tak akan pernah takut untuk lupa. #LabirinIngatan (via @toshioe)

27 Juli 2012
/Sebagian keluh hari ini adalah dendam yang dimampatkan rindu kepada jumpa kemarin dulu.
/Sebagiannya lagi berupa tanya, pilsener dingin ada di mana?
/Tertegun. Di halaman yang tak bertanaman.

28 Juli 2012
/Dan kini kau nyalangkan rindu saat senja menjelang. Telah terbayangkan sebagaimana nanti malam meninggi. Aku tenggelam dalam geram.

29 Juli 2012
/sukses itu produk sosial, diciptakan oleh sebuah generasi, diikuti oleh beberapa genarasi, dan menjadi penjara untuk generas2i yg akan dtg (via @gemil_marley)

30 Juli 2012
/Semoga tak ada yang sampai tidur bertilam air mata. Mari kita puja saja ruang antara kita. ‪#batpoet‬
/Rindu bersahaja. Kali ini parasnya nestapa. ‪#batpoet‬
/Menanti mendamba. Tatap terdekat pada kecup kita.
/Ya. Pikirku juga, rindu itu berupa menyadari, bukan hanya merasa.

01:38 am, by smilepeace Comments

captured on tweet, twitter. #dcos /edisi 1 - 27 Juni 2012

1 Juni 2012
• Biar saja sore kelabu, asal jingganya darimu dik.

• Hela di mana nafas. Jeda di mana asa.

2 Juni 2012
• Lepas pejam yang membingungkan.
• Menyeduh kopi yang setelah mandi dengan little broken hearts-nya norah jones. Lalu di mana aksen biru?

3 Juni 2012
• Tertarung aku di lirikanmu. (via @randyramelo)

• Ah. Sore sensi yang rindu digombali.
• Tak kutemukan cara untuk dapat membohongi rindu.

4 Juni 2012
• Bila burung beo punya twitter, isinya adalah “quotes” (via @Androidiot)
• Menjemput senja ke kota hujan.

• Mendambamu itu menyenangkan.

5 Juni 2012
• Rasanya seperti ingin berkencan ke kebun raya.

• Hati mulas. Perut nelangsa. Huh!

6 Juni 2012
• Pesan singkat berbalas kabut. Purnama diam-diam menghilang.

7 Juni 2012
• kebebasan adalah kodrat bagi manusia, jangan menentang kodrat, anda akan kalah. (via @gemil_marley)

8 Juni 2012
• (alt) hahahahaha

9 Juni 2012
• Jatuh. Hati.

10 Juni 2012
@smilepeace “Di perahumu sudah kutaruh sauh. Biar bisa dipakai kapan pun kau butuh berlabuh.” (via @djenarmaesaayu) — cc: ‘dik bunga’ (cie) (via @nayenggita)

• Kepada tuhan: Dapatkah engkau jatuh cinta dengan diam?

• Denganmu,
aku harap waktu berhenti.
Selalu.
• Geram di ujung pejam.
Bukan dendam.
Bekal khayal darimu tak kunjung padam.

11 Juni 2012
• Ya kasih. Bekal khayal yang bagaimanapun darimu tak akan pernah cukup.

• Sebatas mana kemampuan seseorang berpikir? Sebatas rangkaian makna bahasa yang dia kuasai! (via @gemil_marley via @tommyfawuy)

• Rela itu sederhana. Ya itu aku yang padamu.
• Jangankan pinta, sedetik lirik saja darimu aku merona.

12 Juni 2012
• Aduh dik bunga. Mana bisa aku biasa-biasa saja. Namanya juga jatuh cinta.

13 Juni 2012
• Jatuh oh cinta itu sekaligus. Pasrah sekaligus keras hati.

• Bertanya pada langit, menjawab lelah, entahlah.

• Jatuh oh cinta itu sekaligus. Kagum sekaligus canggung. (via @andicery)

14 Juni 2012
• Hal paling sulit belakangan ini adalah melepas pandang darimu dik. Sungguh.

• Oh. Damba yang tak lekang jumpa.
• Oh. Rindu yang tak lekang temu.
• Mukamukamukamukamukamukamukamukamukamuhujamrawanku.

15 Juni 2012
• Selamatkan pagi yang terburu-buru. Dapatkah berlabuh rindu?

17 Juni 2012
• Selamatkan ulang tahun @Segarjakad kasih cantik pujaan hati! :D

18 Juni 2012
• Benarkah tadi itu kau yang menceritakan tentang langit pagi di bulan Juni?

• Jampejampejampejampejamtertahanentah.

19 Juni 2012
• Kebudayaan itu seperti fluida: tidak mempedulikan batas-batas politik. Seni berkembang di mana saja, mengabaikan asal atau pusatnya sendiri. (via @nd_nir)

• Kalau emang orng Indoneisa itu bangsa yg bertetangga, knp tak satupun Pict Akun Twitternya mejeng bareng tetangga? (via @sudjiwotedjo)

20 Juni 2012
• Padamu, rindunya agak tidak wajar.

• Kedewasaan berpikir adalah menyadari kerangka pikir yang kita pilih,potensi bias-nya,dan bagaimana itu menjadi pisau tafsir kita. (via @Air_Hati)
• Tak ada manusia yang tak berjarak dari teks. Tak ada manusia yang bisa lepas dari “dosa” persepsi. Jangan sombong… :-) (via @Air_Hati)

21 Juni 2012
• Sebut saja ini adalah malam yang tersandar pada bayangmu.
• sebut saja malam ini akan tidur nyenyak tapi berasa tidak tidur. (via @Kunyukumon)
• Diam-diam saja. Biar malam yang sebut sendiri. Aku padamu. (in reply to @Segarjakad)

• Bilang kata membuncah makna,hilang kamu berbuah rindu. (via @HarsyaKacak)

• Ah. Kopi instan merenggut pejam.

22 Juni 2012
• Malam yang diperdaya tembang dari jawa. Oh engkau senja wangi nan jingga. Apa kiranya persembahanmu untuk yang di balik pejam?

• Jatuh oh cinta itu sekaligus. Gamang sekaligus geram.

23 Juni 2012
• Sesuatu yang besar menanti, entah itu euforia atau isak. (via @gemil_marley via @Abdullah_muda)

24 Juni 2012
• Sudikah kau mendendangkan tentang apa yang ada di balik pejammu itu?

25 Juni 2012
• Oh.
Di lambung kembung.
Di hati rindu.
• Aku telah membiru.
Memar di ujung bibir.
Memerah di mata.
Deru rindu.
Peraduan dan langkah-langkah yang beriringan.

• Selamatkan senja yang merah. :)

26 Juni 2012
• Hendak tenggelam itu hanya di indah garis pejammu.

• Dibuai jus jambu biji di beranda belakang seorang kawan.
• Jus jambu biji ini kemudian diaduk sebelum direguk dengan andaikata.
• Membungkam gugup, menyudahi kata. Di langit-langit menguning. Semoga indah rindu yang di bawa pejam.

27 Juni 2012
• Selamatkan pagi mahasiswa. Inilah sebenar-benarnya mahasiswa. Bangun pagi. Kopi. Sarapan. Lalu bernyanyi.

• Langit bermain kata. Awan-awan sudah mulai berdatangan. Tarian mentari menjadi bayang-bayang dipijakan. Sandaran masih tak beranjak.

• Hai gili. :)



• Damba menjingga. Rindu menggila. Padamu. @Segarjakad

02:20 am, by smilepeace Comments



Menangkap Jingga di Beranda #3

Menangkap Jingga di Beranda #3

11:21 pm, by smilepeace6 notes Comments